Wajah-wajah bermasker terlihat memenuhi sudut-sudut Disneyland Shanghai, ketika taman hiburan paling terkenal di China itu dibuka kembali pada Senin (11/5/2020) sejak pemerintah melonggarkan pembatasan perjalanan selama pandemi virus Corona.
Disneyland Shanghai yang ditutup sejak 25 Januari 2020 akan membatasi jumlah pengunjung yang masuk serta menutup beberapa wahana demi mematuhi pedoman jarak sosial.
Dikutip dari laman Reuters, meski sudah resmi dibuka, jumlah pengunjung masih terbatas. Di mana mereka wajib memesan tiket terlebih dahulu.
"Kami berharap pembukaan kembali hari ini menjadi cahaya suar bagi dunia, memberikan harapan dan inspirasi bagi semua orang," kata presiden Resort Disney Shanghai, Joe Schott.
China adalah negara pertama yang mengalami penutupan (lockdown) dan yang pertama dibuka kembali, setelah pemerintah menyatakan penyakit virus Corona terkendali pada awal Maret 2020.
Pabrik dan toko telah dibuka, tetapi bioskop, tempat karaoke, pusat kebugaran dan bisnis hiburan lainnya masih tutup.
Para pengunjung Disney, banyak yang memakai bando telinga Mickey Mouse dan berpakaian sebagai karakter dalam film, namun sebelum masuk diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya.
Lagu tema Disneyland, when you wish upon a star, terdengar dari pengeras suara ke tengah antrian itu. Pengelola juga membuat tanda jarak sosial melalui papan pengumuman hingga coretan di jalanan.
"Bisa bersantai di sini, dan ini adalah sebuah keajaiban," ujar Kaira salah satu pengunjung.
Ini Kata Studi Mengapa Pria Lebih Rentan Alami Risiko Fatal karena Corona
Sebuah penelitian di Eropa menemukan bahwa darah pria memiliki kadar enzim yang lebih tinggi dibanding wanita. Hal ini yang menyebabkan alasan pria lebih rentan terhadap infeksi virus Corona.
Studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menemukan angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) di jantung, ginjal, paru-paru, dan organ-organ lainnya. ACE2 merupakan reseptor pada permukaan sel yang berkaitan dengan virus Corona dan memungkinkan untuk masuk dan menginfeksi sel. Pada virus Corona enzim ini diduga berperan membuat infeksi semakin berkembang ke paru-paru.
Seorang ahli kardiologi dari University Medical Center (UMC) Groningen Belanda, Prof Adrian Voors, mengukur konsentrasi ACE2 dalam sampel darah yang diambil lebih dari dari 3.500 pasien gagal jantung di 11 negara Eropa.
Penelitian ini dimulai sebelum pandemi virus Corona mewabah, dan tidak termasuk pasien virus Corona. Namun ketika penelitian ini dihubungkan dengan ACE2 sebagai kunci virus Corona masuk ke dalam sel, ada keterkaitan di antara hal tersebut.
"Ketika kami menemukan bahwa salah satu biomarker terkuat, ACE2 jauh lebih tinggi pada pria daripada wanita. Saya menyadari pria memiliki potensi meninggal lebih mungkin karena COVID-19 dibanding wanita," kata Iziah Sama, seorang dokter di UMC yang ikut dalam penelitian tersebut, seperti dilansir Reuters.
Hal ini juga senada dengan jumlah kematian pada pria jauh lebih banyak. Pria juga dikatakan lebih rentan terinfeksi virus Corona COVID-19 dibanding wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar