Pemerintah memperbarui data kasus virus Corona baru (COVID-19) di wilayah Indonesia. Per hari ini, tercatat ada 14.749 kasus positif virus Corona di Tanah Air.
Data terbaru kasus Corona itu ditampilkan di situs covid19.go.id, Selasa (12/5/2020). Pasien sembuh berjumlah 3.063 orang, sedangkan pasien yang meninggal dunia 1.007 orang.
Data ini diambil hingga pukul 12.00 WIB tadi. Data ini menunjukkan ada penambahan kasus positif sebanyak 484 pada hari ini.
Untuk data per 11 Mei kemarin tercatat ada 14.265 kasus positif virus Corona. Sedangkan untuk kasus sembuh ada 2.881 dan kasus kematian 991.
Data kasus virus Corona diperbarui setiap hari. Warga juga dapat mengakses situs covid19.go.id untuk melihat perkembangan kasus virus Corona.
Tembus Seribu, Jumlah Pasien Corona yang Meninggal di Indonesia 1.007
Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Selasa (12/5/2020) mencapai 14.749 kasus. Jumlah pasien meninggal dunia menjadi 1.007 kasus.
Dikutip dari covid19.go.id, jumlah pasien meninggal mencapai 6,8 persen dari kasus terkonfirmasi. Jumlah pasien sembuh sebanyak 3.063 atau 20,8 persen dari kasus terkonfirmasi.
Akumulasi kasus positif menjadi 14.749 setelah terjadi penambahan 484 kasus. Jumlah pasien sembuh bertambah 182 kasus dan meninggal bertambah 16 kasus.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB.
Tiga Pertanyaan WHO untuk Negara yang Ngotot Ingin Longgarkan Lockdown
Beberapa negara di dunia diketahui sedang berupaya melonggarkan kebijakan lockdown atau pembatasan sejenisnya di tengah ancaman virus Corona COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanyakan tiga hal yang harus dipastikan sebelum mengambil kebijakan tersebut.
"WHO merekomendasikan negara-negara menjawab tiga pertanyaan ini. Apakah epidemi sudah terkendali? Apakah sistem kesehatan sanggup menghadapi kembalinya lonjakan kasus? Apakah sistem pengawasan bisa mendeteksi dan melacak kasus-kasus beserta kontaknya?" kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO, Selasa (12/5/2020).
Menurut Tedros para pengambil kebijakan harus benar-benar mempertimbangkan faktor tersebut karena ada ancaman wabah virus Corona bisa kembali. Hingga saat ini WHO mencatat sudah ada lebih dari 4 juta kasus infeksi di seluruh dunia dan jumlahnya terus bertambah.
Tedros mengingatkan agar pencabutan atau pelonggaran kebijakan lockdown dilakukan berdasarkan kepentingan melindungi kesehatan manusia.
"Beberapa negara dan komunitas kini sudah menghadapi berminggu-minggu pembatasan sosial serta ekonomi. Ada yang mempertimbangkan kapan bisa mulai mencabut pembatasan ini, ada juga yang baru mulai mau menerapkannya," kata Tedros.
"Kita semua sedang belajar bersama-sama dan menyesuaikan strategi berdasarkan bukti terbaru," lanjutnya.
Bajaj Bajuri dan Sederet 'Ramalan' Corona yang Bikin Heboh
Baru-baru ini ramai soal ramalan virus Corona COVID-19 dari potongan video sinetron Bajaj Bajuri. Belakangan diketahui potongan video yang mendadak viral tersebut tengah membicarakan penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS) yang mewabah tahun 2003 silam.
Selain sinetron Bajaj Bajuri, beberapa hal juga sempat dikaitkan dengan 'ramalan' soal Corona. Mulai dari The Simpsons hingga novel keluaran tahun 1981, berikut beberapa 'ramalan' soal Corona yang dirangkum detikcom pada Selasa (12/5/2020).
Prediksi kartun 'The Simpsons'
Postingan Facebook 20 Februari lalu menunjukkan gambar dari episode tahun 1993 di mana karakter animasi 'The Simpsons', Homer Simpson, dan Principal Skinner, sedang sakit. Sementara gambar lain menunjukkan penyiar membacakan selembar kertas dengan menyinggung soal 'virus Corona' berlatar kucing yang muncul di layar belakang.
Setelah ditelusuri ternyata gambar tersebut telah diedit. Tiga gambar berasal dari sebuah episode yang disebut 'flu Osaka' di mana seorang pekerja pabrik batuk dan dia jatuh sakit. Namun, teks di balik penyiar pada gambar keempat, tidak mengatakan 'virus Corona'.
Novel End of Days
Isi dari novel End of Days sempat membuat geger karena disebut meramalkan adanya virus Corona COVID-19. Sang penulis Sylvia Browne, disebut memprediksi adanya penyakit pernapasan pada tahun 2020 yang kemudian dikaitkan dengan virus Corona COVID-19.
"Pada sekitar 2020 penyakit seperti pneumonia akan menyebar ke seluruh dunia. Menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan sulit disembuhkan dengan semua jenis perawatan yang ada. Lebih membingungkan lagi penyakit itu akan lenyap secara tiba-tiba dan kembali menyerang sepuluh tahun kemudian dan menghilang secara keseluruhan," tulis isi novel keluaran tahun 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar